Bagian Penting Timbangan Digital

Bagian Penting Timbangan Digital

 

Sebagian orang belum mengetahui bahwa Load Cell merupakan bagian penting pada neraca atau timbangan digital. Bahkan tingkatan keakurasian sebuah timbangan digital bergantung pada tipe dan jenis Load Cell yang digunakan. Load Cell ialah sensor berat pada timbangan digital. Bila Load cell diberikan beban, maka akan terjadi perubahan nilai resitansi di strain gauge. Biasanya Load cell memiliki 4 kabel, dua kabel untuk eksitasi dan dua kabel lain untuk sinyal keluaran.

Load Cell biasa juga disebut Transducer, yaitu gaya yang berdasarkan pada prinsip deformasi material akibat ada tegangan mekanis, lalu gaya mekanik berubah menjadi sinyal listrik. Hubungan tegangan mekanis serta deformasi disebut juga dengan regangan. Regangan terjadi di lapisan luar material sehingga memungkinkan diukur oleh sensor regangan atau biasa dikenal dengan Strain Gauge. Beberapa tipe Load Cell timbangan digital antara lain yaitu :

  1. Double Ended Beam.
  2. Single Ended Beam.
  3. S Beam.
  4. Single Point.
  5. Canister, dan sebagainya.

Gaya yang timbul karena regangan saat diberi beban, maka strain gauge atau pengukur regangan akan mengkonversikan menjadi sinyal listrik. Strain gauge adalah konduktor dengan pola zigzag di permukaan membrane. Saat membrane meregang, maka nilai resistansi meningkat. Strain gauge sensor biasanya juga diaplikasikan pada timbangan digital berskala besar misal jembatan timbang.

Load Cell mempunyai bermacam karakteristik tergantung pada : jenis logam yang digunakan, bentuk dari load cell, dan juga ketahanan. Sebelum memilih Load Cell sesuai kebutuhan, maka penting mengetahui hal berikut ini :

  1. Combined Error / Hysteresis / Non-linearity : Penyimpangan maksimal, pengkuran dalam persentase terhadap beban atau kapasitas maksimal.
  2. Calibration : membandingkan signal Load Cell berdasarkan standard.
  3. Creep : Perubahan sinyal Load Cell
  4. Drift : Perubahan nilai ketika diberi beban yang konstan
  5. Creep Recovery : Perubahan ukuran dalam kondisi timbangan digital tanpa beban, setelah diberi beban lalu beban disingkirkan.
  6. Eccentric Load : Pembebanan timbangan tetapi tidak tepat pada titik load cell
  7. Excitation : Tegangan yang diberi supaya Load Cell bekerja.
  8. Error : Perbedaan ukuran terhadap beban sesungguhnya
  9. Input bridge resistance : Resistansi Input Load Cell yang diukur dengan Ohm meter
  10. Output : Sinyal dihasilkan load cell, yang mana output akan berbanding lurus dengan beban dan eksitasi.
  11. Output bridge resistance : Hambatan keluaran Load Cell timbangan digital.
  12. Insulation resistance : Mengukur resistansi diantara sirkuit Load Cell
  13. Output rate : Tingkatan perbandingan output non – beban dan output dengan beban
  14. Resolution : Perubahan di input mekanis yang terdeteksi menjadi sinyal output
  15. Safe overload rating : Tingkat beban maksimum dalam persentase.
  16. Reapitibility : Selisih tampilan timbangan digital, output maksimum Load Cell (beban dan waktu yang sama).

 

META
Judul                     : Bagian Penting Timbangan Digital

Deskripsi            : Timbangan adalah salah satu benda yang digunakan untuk mengukur massa. Tetapi sebagian orang belum mengetahui bagian penting timbangan digital, cari tahu! Simak artikel berikut!

Keyword             : timbangan digital

 

 

admin